Cara Mencegah Kehamilan dengan Puasa Hubungan Suami-Istri

Pada artikel kehamilan sebelumnya, kami telah membahas tips menjaga kehamilan sehat dan cara ampuh agar cepat hamil. Namun, untuk info seputar kehamilan kali ini, kami akan membahas dengan tema sebaliknya, yaitu cara mencegah kehamilan. Salah satunya dengan puasa hubungan suami-istri.

Ada beberapa cara untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan, mulai dari KB/kontrasepsi/kontrol kehamilan (baik KB yang alami, KB hormonal, maupun yang menggunakan alat kontrasepsi tertentu), atau dengan melakukan puasa hubungan suami-istri. Selain berguna untuk mencegah kehamilan, KB atau kontrol kelahiran juga bisa membantu Bunda untuk merencanakan waktu kehamilan yang tepat.

Sebelum membahas tentang jenis-jenis kontrasepsi/KB secara mendalam mulai dari pengertian, efek samping, kelebihan dan kekurangan, mekanisme kerja, dan lain sebagainya, sebaiknya Bunda dan pasangan mengenal terlebih dahulu apa itu puasa hubungan suami-istri. 

Selama ini, kita tahu bahwasanya detoks/detox sering kali digunakan sebagai istilah dalam hal mengeluarkan racun-racun yang berada di dalam tubuh. Padahal, dalam bidang seksologi pun menggunakan istilah tersebut. Dan pastinya dengan definisi dan pengertian yang berbeda.

Berikut beberapa pertanyaan dan tips kehamilan yang berhubungan dengan puasa hubungan suami istri:

Apa itu puasa hubungan suami-istri dan manfaatnya?

Puasa hubungan suami-istri adalah merupakan salah satu tips untuk mencegah kehamilan dengan cara berpuasa atau menahan diri dari kegiatan suami-istri dalam kurun waktu tertentu. Menurut Ian Kerner, seorang pakar seksologi yang memperkenalkan istilah ini, ia menyarankan untuk melakukan puasa hubungan suami-istri selama 30 hari.

Manfaat dari puasa hubungan suami-istri adalah bisa membantu Bunda dan pasangan dalam mengatur waktu kehamilan dan mencegah hamil, merupakan jenis kontrasepsi/KB yang aman, mudah, dan nyaman. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas kegiatan seksual Bunda dan pasangan lebih hangat dari sebelumnya. Dan bisa menyegarkan serta menambah keharmonisan hubungan suami-istri yang mulai hambar, entah karena faktor usia Bunda dan pasangan, lama tidaknya usia pernikahan, jenuh pada tempat yang selalu sama dan gaya bercinta yang monoton, maupun karena kesibukan sehari-hari.

Sehingga antara suami-istri sudah mulai tidak memikirkan aktivitas suami-istri yang bisa menambah kedekatan maupun keharmonisan diantara keduanya yang sesering dan semesra dulu. Untuk itulah perlu adanya penyegaran dengan cara berpuasa aktivitas suami-istri. Namun, kondisi ini harus disertai dengan persetujuan dan komitmen dari keduanya (Bunda dan pasangan), agar cara ini bisa berjalan dengan maksimal.

Nah, bagi Bunda dan pasangan yang muslim, tidak ada salahnya untuk menjadikan puasa ramadhan sebagai momentum dalam pelaksanaan puasa hubungan suami-istri sebagai cara agar tidak hamil dan penyegaran dalam aktivitas bercinta. Dengan begitu, puasa hubungan suami-istri akan terasa lebih mudah dan juga bisa lebih khusyu’ beribadah selama bulan Ramadhan.

Meskipun Bunda dan pasangan sedang berpuasa aktivitas suami-istri, bukan bearti keharmonisan rumah tangga menjadi pudar/menurun. Karena Bunda dan pasangan masih bisa melakukan kegiatan bersama untuk meningkatkan keintiman di luar kamar tidur, seperti: menyiapkan menu buka puasa, sahur dan buka puasa bersama, sholat berjamaah, dan lain sebagainya.

Memang tidak ada patokan yang jelas berapa hari seseorang seharusnya berpuasa, tapi idealnya 30 hari. Namun, bagi Bunda dan pasangan yang sengaja menjadikan puasa hubungan suami-istri ini sebagai jenis kontrasepsi andalan, ada baiknya mulai mencari tahu tentang jenis-jenis kontrasepsi lainnya, baik KB hormonal maupun yang menggunakan alat kontrasepsi. Karena aktivitas suami-istri akan terasa berat dan kurang efektif jika berlangsung lama.

Bagaimana mekanisme kerja puasa hubungan suami-istri sehingga dapat menunda kehamilan?

Puasa hubungan suami-istri dapat menunda kehamilan dengan cara menjaga agar sel cairan laki-laki tidak keluar di alat reproduksi perempuan. Sehingga tidak memungkinkan bertemunya sel cairan laki-laki dengan sel telur, dan konsepsi pun tidak akan terjadi.

Apakah hubungan suami-istri efektif untuk mencegah kehamilan?

Puasa hubungan suami-istri merupakan salah satu cara untuk menunda kehamilan secara berkala yang berbasis KB/kontrasepsi. Jika digunakan secara kontinyu (berturut-turut dalam kurun waktu tertentu), maka dipastikan 100% efektif dalam mencegah kehamilan. Karena puasa aktivitas suami-istri merupakan cara untuk menghindari kehamilan yang terbilang aman dan nyaman serta tanpa efek samping.

Adakah kekurangan dari puasa aktivitas suami-istri ini?

Jika ditanya tentang kekurangan, puasa hubungan suami-istri juga memiliki satu kekurangan, yaitu sulit bagi orang yang berpuasa dalam jangka waktu yang lama. Karena orang yang menjauhkan diri dari hubungan suami-istri yang sewajarnya tidak semudah membalikkan telapak tangan, terlebih bagi orang yang berniat untuk berpuasa lebih dari 30 hari secara kontinyu/terus-menerus.

Pentingkah berbicara pada pasangan sebelum berpuasa?

Berbicara dengan pasangan terlebih dahulu tentang niat Bunda berpuasa sangatlah penting. Dan jika Bunda ingin berpuasa menjadi lebih efektif dengan hasil yang maksimal, maka sebaiknya dilakukan oleh kedua belah pihak (suami dan istri puasa bersama). Karena pada saat seseorang tergoda untuk melakukan aktivitas suami-istri, sangat sulit untuk berkata “tidak”, ditambah pasangan Bunda tidak ikut berpuasa.

Bersikap jujur kepada pasangan terhadap apa yang Bunda inginkan dan rasakan merupakan cara terbaik untuk menjaga hubungan, agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman. Renungkan dan pikirkan secara matang tentang rencana puasa Bunda, dan carilah waktu yang tepat untuk dapat menyampaikannya pada pasangan.

Dan perlu Bunda dan pasangan ingat, bahwa kegiatan bercinta bukanlah satu-satunya cara untuk mengenal satu sama lain, dan untuk bisa lebih dekat dengan pasangan. Sebuah hubungan akan terjalin harmonis dengan cara kedua orang tersebut saling membangun kepercayaan, melalui: komunikasi/berbicara, mau mendengarkan, saling berbagi, bersikap jujur satu sama lain, dan saling menghormati dan menghargai pikiran maupun pendapat masing-masing.

Bagaimana cara melakukan puasa aktivitas suami-istri dan tetap kontinyu dengan keputusan yang sudah Saya buat?

Puasa aktivitas suami-istri memang tidak mudah, karena ada saatnya dimana hormon estrogen dan testosteron meningkat. Sehingga keinginan untuk ‘melakukan’ pun tak terkontrol. Lantas, bagaimana cara agar tetap bisa kontinyu melakukan puasa aktivitas suami-istri?

Berikut beberapa tips supaya tidak hamil dan berhasil dalam melakukan puasa aktivitas suami-istri:
Niat yang kuat dan komitmen
Tidak sedikit pasangan suami istri yang mencoba untuk berpuasa seks namun gagal. Hal ini dikarenakan niat dan komitmen dari keduanya tidak begitu kuat. Sehingga mereka bisa berpuasa hanya beberapa hari. Maka dari itu, dibutuhkan niat dan komitmen yang kuat dari keduanya.
Membuat alarm pengingat
Terkadang di tengah-tengah proses puasa aktivitas suami-istri, Bunda maupun pasangan ada yang lupa dengan tujuan pertama melakukan puasa. Padahal kondisi ini sangat rentan menyebabkan kegagalan di tengah jalan. Sebaiknya Bunda dan pasangan selalu mengingatkan diri sendiri tentang tujuan awal kenapa kalian memilih untuk berpuasa.
Tetap jaga kedekatan
Sebuah rumah tangga akan bahagia apabila kedekatan diantara keduanya terjaga dengan baik. Namun perlu diingat, bahwa keharmonisan tidak melulu pada kegiatan suami-istri semata, tapi lebih dititikberatkan pada komunikasi. Karena komunikasi adalah kunci keharmonisan dan kebahagiaan dalam sebuah hubungan.
Pikirkan tentang konsekuensi
Saat Bunda dan pasangan mulai merasa jenuh dan berpikir untuk mengakhiri puasa sebelum waktunya, pikirkan tentang konsekuensi yang akan Bunda dan pasangan dapatkan. Dengan begitu, semangat dan niat yang kuat untuk berpuasa kembali seperti pertama saat memulai.
Lakukan kegiatan yang positif dan produktif
Menghabiskan hari-hari libur di rumah bersama pasangan memang sangat menyenangkan. Tapi jangan lupa, saat Bunda dan pasangan tidak memiliki kegiatan yang harus diselesaikan, godaan akan mulai bermunculan. Maka dari itu, selalu isi hari-hari Bunda dengan kegiatan yang positif, seperti: memasak, membaca buku, nonton film bersama, dan lain sebagainya.
Hindari hal-hal vulgar
Tidak dipungkiri bahwa sebuah rangsangan dapat meningkatkan gairah seseorang, baik yang bersifat visual maupun sentuhan. Untuk itulah, saat Bunda dan pasangan sedang berpuasa, usahakan untuk menghindari hal-hal vulgar yang dapat mengganggu puasa Bunda.
Jangan pernah mengevaluasi keputusan Bunda untuk berpuasa
Banyak sekali orang yang ragu dan akhirnya mundur dari keputusan berpuasa yang dia buat saat dia mengevaluasi kembali keputusannya. Hal ini dikarenakan timbul dalam pikiran Bunda dan pasangan bahwa keputusan awal untuk berpuasa adalah sebuah kesalahan. Padahal, manfaat yang akan Bunda dapatkan di masa depan begitu besar.

Demikianlah ulasan singkat seputar kehamilan tentang bagaimana cara mencegah kehamilan yang aman, nyaman dan tanpa efek samping. Tidak ada salahnya Bunda dan pasangan mencoba untuk cegah kehamilan dengan cara berpuasa aktivitas suami-istri. Siapa tahu kehidupan rumah tangga Bunda akan menjadi lebih baik ke depannya. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

Leave a Reply